Kamis, 29 November 2012

SOLUSI SEBAGAI URGENSI PROBLEMATIKA MORAL BANGSA INDONESIA

INDONESIA  BUTUH  SALAH SATU  GEBRAKAN SEBAGAI URGENSI PENANGGULANGAN
BOBROKNYA MORAL BANGSA
Oleh Dadan Adi K

Melihat problematika kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat beragam maka jelas dibutuhkan solusi jitu yang mampu menyelesaikan berbagai masalah tersebut. Indoseia sekarang ini benar-benar mengalami krisis moralitas. Banyaknya peristiwa-peristiwa negative yang mewarnai pemberitaan segala media menjadi bukti konkrit bahwa problematika masyarakat Indonesia sangat mengkhawatirkan.
Banyaknya kasus KKN terlebih-lebih korupsi yang akhir-akhir ini sangat genjar di berantas namun masih saja belum pada jera membuktikan bahwa masih begitu banyaknya pejabat yang berkarakter korup atau sejenisnya. Jika hal demikian maka sangat disayangkan bukan? Tidak hanya itu, system kapitalisme yang semakin kental juga menjadi masalah besar terutama masyarakat menengah kebawah yang notabene merupakan  mayoritas  kuantitas penduduk Indonesia. Dampak kapitalisme sudah menggerogoti beberapa bidang yang semakin hari semakin membahayakan. Ekonomi dikuasai pihak asing ataupun pihak-pihak yang bermodal. Hal itu jelas menyengsarakan masyarakat kecil yang tidak lain berhilir kepada semakin melebarnya kesenjangan social.
Apa satu gebrakan yang harus dilakukan? Dan oleh siapa gebrakan itu dilakukan?
Yah, jawabannya ialah AGAMA. Dengan penguatan ke aspek agama (religius) maka akan terjadi perbaikan moral bangsa asal benar-benar dilakukan. Semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan membentengi diri sesorang dari perbuatan-perbuatan yang tak seharusnya dilakukan. Selama ini pelajaran atau materi ( value) mengenai agama sangat minim bahkan tergeser akibat globalisasi dan modernisasi. Agama sudah tidak lagi di anggap ur gen secara umum, sehingga menimbulkan krisis moral.
Yang melakukan gebrakan ini ialah semua pihak terkait baik pemerintah maupun semua elemen masyarakat harus secara bersama-sama untuk melaksanakan program ini. Memang program gebrakan ini bukan cara satu-satunya namun merupakan salah satu cara yang paling efektif dan efesien. Bayangkan jika seluruh masyarakat Indonesia semuanya beriman dan bertaqwa maka tentunya tidak aka nada korupsi, kolusi, kekerasan, bentrok, ataupun tindak kriminal lainnya. Karena walaupun penjagaan atau pengawasan diperketat oleh pemerintah toh pada kenyataannya justru terjadi kong kalikong
(suap) yang saling menguntungkan. Maka dengan pembentengan agama pada diri manusia maka aspek kesadaran lebih diutamaakan. Dapat dibayangkan, jika di suatu Negara yang luas seperti Indonesia hanya sedikit orang yang memiliki kesadaran dan mereka harus mengatur dan mengawasi mereka yang belum sadar, maka jelas akan terjadi kesulitan berbeda dengan gebrakan Agama ini, sebab urgensinya ialah kesadaran setiap individu. Bayangkan jika seluruh umat memiliki  kesadaran yang tinggi, maka betapa sejahtra dan amannya bangsa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar