Senin, 03 Desember 2012

PERANG DINGIN DAN RUNTUHNYA UNI SOVIET


AKHIR  PERANG DINGIN
DAN RUNTUHNYA UNI SOVIET


  1. Perang Dingin (Cold War)
Perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflik kepentingan, supremasi, perbedaan ideologi dan lain-lain antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet.
Pada mulanya, guna mengakhiri Perang Dunia II, Uni Soviet dan Amerika Serikat bersekutu dan menjalin hubungan untuk menghadapi NAZI Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler. Amerika Serikat pernah mengirim bantuan tentara ke Uni Soviet untuk menggempur pasukan Jerman.
Ketegangan paling awal dari persaingan ini, yang kemudian dikenal dengan sebutan Cold War (Perang Dingin), dimulai sejak pembagian Jerman menjadi dua wilayah, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Pembagian dua negara Jerman pasca PD II itu berakibat pada pembagian kota Berlin menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur. Berlin Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, sedangkan Berlin Timur dikuasai oleh Uni Soviet
  1. Berakhirnya Perang Dingin
Perang Dingin telah berlangsung selama 45 tahun lebih yang melibatkan USA dan sekutunya Blok Barat melawan USSR dan sekutunya Blok Timur, sehingga kedua negara Adikuasa berlomba-lomba untuk mempengaruhi dunia dan menjadi Peminpin Dunia dengan menyiapkan persenjataan yang mutakhir, hal ini tentu sangat menimbulkan kemungkinan meletusnya Perang Dunia III yang sangat dahsyat dan akan menghancurkan dunia ini.
            Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang semakin memanas menyebabkan kesadaran antara USA dan USSR untuk mengurangi ketegangan dengan mengadakan Perundingan. Perundingan tersebut antara lain:
  1. Perjanjian non Proliferasi Nuklir (Non-Proliferation Teaty) tahun 1968 antara USA, USSR, dan Inggris. Hasil dari perjanjian ini adalah kesepakatan untuk tidak menjual senjata nukliratau memberikan informasi tentang persenjataan nuklir kepada negara-negara yang tidak mengembangkan senjata nuklir.
  2. SALT (Strategic Arm Limitation Talks): Perundingan Pembatasan Persenjataan Strategis.
SALT I berlansung di Helsinki, Finlandia (17 November 1969) Hasilnya ditandatangani oleh Presiden Richard Nixon (USA) dan Leonid Brezhnev (USSR).
SALT II dilangsungkan di Jenewa, Swiss (November 1972) Hasilnya ditandatangani oleh Presiden Jimmy Carter (USA) dan Pemimpin USSR, Leonid Brezhnev pada tanggal 18 Juni 1979 di Wina, Austria.
START (Strategic Arms Reduction Treaty), Perjanjian pengurangan senjata-senjata strategis antara USA dan USSR. Hasil perjanjian ini adalah: Pemusnahan nuklir dengan daya luncur berjarak menengah. Perundingan kesepakatan pengurangan senjata nuklir juga berkembang ke negara atau wilayah lain.
Di Bangkok pada bulan Desember 1995 ditandatangani Southeast Asia Nuclear Weapons Free Zone oleh beberapa negara Asia Tenggara. Kesepakatan tentang wilayah yang bebas dari nuklir. Penandatanganan lain juga terjadi di Eropa dan Afrika sebagai bentuk realisasi dari penghentian Perang Dingin di dunia.
  1. Sampai Tahun 1980 Uni Soviet membelanjakan 11% GNP-nya untuk kepentingan militer yang banyak diambil dari keuntungan ekspor minyak. Tapi setelah tahun 1980 Uni Soviet tak mampu lagi membiayai Perang Dingin dari ekpor minyak, sehingga mulai mengurangi kekuatan senjata mereka di Eropa Timur. Tahun 1989 Uni Soviet menarik tentaranya dari Afghanistan. Akhirnya rezim komunis mulai runtuh di Eropa Timur.
  2. Tahun 1991 Uni Suviet bubar, Rusia dan negara-negara bagian Uni Soviet yang lain menjadi negara yang merdeka. Runtuhnya Uni Soviet (USSR) di Eropa Timur inilah mengakhiri Perang Dingin yang berlangsung selama kurang lebih empat puluh lima tahun (45 tahun).
  1. Penjelasan terkait Runtuhnya Uni Soviet (USSR)
Revolusi Bolshevik pimpinan Lenin melahirkan negara Uni Soviet dan menjadikan Komunisme sebagai ideologi satu-satunya. Tahun 1920 Lenin mengumandangkan Komintern Pact ( Pacta Komunisme Internasional) sehingga komunis tidak hanya di Uni Soviet saja, tetapi juga berkembang di seluruh dunia.
1)      Program Pembaharuan Gorbachev
Tanggal 11 Maret 1985 Mikhail Gorbachev terpilih menjadi Sekretaris Jendrak Komunis dan Presiden Uni Soviet, kemudian ia harus menghadapi kemacetan ekonomi warisan pendahulunya. Maka ia mencoba melakukan pembaharuan di bidang politk dan ekonomi melalui :
  • Glasnost : Keterbukaan
  • Perestroika: Restrukturisasi
  • Democratizatsia: Demokratisasi
Melalui Glasnost dan perestroika, Gorbachev mempunya maksud menanmpilkan Komunisme Uni Soviet dalam bentu baru, tetapi program ini mendapatkan masalah yang serius di dalam negerinya.
Tanggal 19 Agustus 1991 terjadi percobaan Kudeta dengan dalih Gorbachev kurang sehat oleh oleh Wakil Presiden Genadi Yenayev yang didampingi oleh kelompok komunis garis keras:
·         Menteri Pertahanan: Marsekal Dimitri Yazov
·         Kepala KGB: Jendral Vladimir Kruckhov
·         Menteri Dalam Negeri: Boris Pugo
·         Tindakan pengambilalihan kekuasaan ini mendapat tentangan keras dari rakyat di bawah pimpinan Presiden Republik Rusia : Boris Yeltsin. Kudeta ini akhirnya berhasil digagalkan.

2)      Pembubaran Uni Soviet
Setelah menjadi Presiden kembali, Gorbachev melepaskan jabatannya sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis dan memerintahkan pembekuan segala aktivitas Partai Komunis dan penyitaan semua kekayaan partai. Sementara negara bagian, kecuali Rusia dan Kazhaksthan, mengumumkan kemerdekaannya.
Tanggal 5 September 1991 diadakan Konggres wakil Rakyat untuk membicarakan pembubaran pemerintahan pusat warisan Lenin. 5 negara bagian tidak ambil bagian dalam sidang tersebut, yaitu: Lithuania, Estonia, Latvia, Georgia, dan Moldova. Sementara Lithuania, Estonia, dan Latvia telah mendapatkan kemerdekaannya dari Uni Soviet tanggal 6 September 1991. Georgia dan Moldova menolak mengikuti perundingan karena sedang memperjuangkan pemerintahan sementara di wilayah masing-masing.
Konggres tersebut sepakat membentuk Uni negara yang berdaulat, namun kesepakatan tidak berlaku karena keutuhan Uni Soviet tidak bisa dipertahankan lagi.
Desember 1991, Gobachev semakin tidak mampu mengatasi perpecahan Uni Soviet. Akhirnya pada tanggal 18 Desember 1991, Mikhail Gorbachev dan Boris Yeltsin sepakat membubarkan Uni Soviet dan membentuk persemakmuran negara-negara merdeka bernama CIS (Commonwealth of Independent States).
Kronologi runtuhnya Uni Soviet atau USSR :
1)      1986 Kebijakan baru Glasnost, Perestroika, dan Democratizatsia USSR memuka diri bagi kemajuan ekonomi dan politik
2)      25 Mei 1989 Gorbachev menjadi Presiden USSR dan terpilih sebagai ketua tertinggi.
3)      5-7 Februari 1990 Pengesahan program Multi Partai komisi Sentral mendukung dilaksanakannya multi partai di USSR
4)      23 Februari 1990 Estonia menghapus peran Partai Komunis. Dewan Soviet Esatonia menghapus kewenangan tunggal Partai Komunis dalam politik di Estonia
5)      11 Maret 1990 Lithuania merdeka. Pemimpin tertinggi Lithuania menyatakan kemerdekaan.
6)      13 Maret 1990 Monopoli Komunis dihapus. Konggres perwakilan rakyat memutuskan untuk menghapus monopoli partai komunis.
7)      12-13 Juni 1990 Rusia, Moldova, Usbekistan memproklamirkan kemerdekaan. Tiga anggota resmi mundur dan menjadi negara yang independent.
8)      1 Oktober 1990 Hak beragama dijamin. Pemerintah USSR menjamin kebebasan beragama bagi asyarakatnya secara bebas dan aman
9)      21 Desember 1991 Beberapa negara uni merdeka dari USSR Uzbekistan, Moldova, Kazakhstan, Tajikistan, Armenia, Kirzigistan, dan Turmenistan mengadakan pertemuan di Kazakhtan untuk mendirikan CIS.
10)   25 Desember 1992 Mikhail . Gorbachev mundur. Mundurnya Gorbachev dari jabatan Presiden menandakan keruntuhan USSR
                                                                             

BAB II
USA (AMERIKA SERIKAT) SEBAGAI POLISI DUNIA
DAN PENGUASA TUNGGAL

Setelah Pasca perang dingin maka Amerika serikat keluar sebagai penguasa atau negara adidaya tunggal yang merajai dunia.Kini Amerika serikat menjadi negara super power di panggung internasional. Amerika telah menyebarkan pengaruhnya ke seantero penjuru dunia baik militer, politik maupun kebudayaannya.

a.      Militer Amerika Serikat
Amerika adalah kekuatan Ekonomi terbesar didunia,setelah runtuhnya Uni Soviet, Amerika berdiri sendiri sebagai negara Adidaya di dunia ini tanpa saingan, Amerika memiliki angkatan Laut dan Udara terkuat dunia  (secara jumlah), yaitu sebanyak 1,559 Angkatan Laut dan sebanyak 18,169 Mesin perang angkatan udara. Amerika memiliki 1,3 Juta Personil aktif dalam militer, Amerika juga negara pemroduksi senjata terbesar di dunia.

b.      Sebagai Polisi Dunia.
Ketika perang dingin berlangsung selama 45 tahun maka disitu masih ada dua negara adidaya yang saling berimbang kekuatannya. Akan tetapi sekarang setelah Uni Soviet runtuh maka Amerika Serikatlah yang muncul sebagai kekuatan tunggal untuk merajai dunia. PBB yang mana kala merupakan alat legitimasi nya turut mendukung segala kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Amerika Serikat Akan senatiasa turut campur dalam setiap masalah sengketa diantara negara-negra didunia. Dimana ada masalah sengketa maka secara cepat atau lambat Amerika Serikat akan masuk dan mencoba untuk menengahinya. Walaupun pada garis besarnya Amerika Sertikat sendiri juga mempunyai maksud dibalik itu semua. Dengan kekuatan yang dimilikinya itulah yang digunakan oleh amerika Serikat untuk terus mencoba mengamankan situasi keamanan negara-negara didunia. Sebab jika kita lihat dari sejarah masa lalu, maka tentunya tak heran apabila dari tinggalan-tinggaln kisah masa lampau tersebut memunculkan bibit-bibit perbencian dan bahkan akan senantuasa balas dendam.
Amerika serikat beraksi di Kosovo, Haiti, Somalia dan Liberia, dan Perang Teluk Pertama terhadap Irak yang menginvasi Kuwait. Selepas serangan teroris pada 11 September 2001 di World Trade Center dan Pentagon, AS melancarkan serangan balasan terhadap Afganistan dan menjatuhkan negara Taliban di sana dan pada tahun 2003 melancarkan Perang Teluk Kedua terhadap Irak untuk menyingkirkan rezim Saddam Hussein. Disitulah peran Amerika Serikat sebagai polosi dunia. Walaupun jika dilihat dari berbagai sudut pandang masyarakat luas tidaklah sama, bahkan berpendapat bahwa amerika justru menjadikan masalah atau persengketaan tambah runyam dan besar.

c.       Tindakan
Secara garis besar maka tindakan Amerika Serikat sebagai polisi dunia bisa disimpulkan sebagai berikut :
1)      Semakin menguatkan kekuatan militernya baik didalam negerinya sendiri maupun pasukan yang ditempatkan disetiap wilayah. Amerika Serikat akan memperkuat pasukan dalam negerinya dan merambah keluar, dimana pasukan-pasukan yang dikirim kenegara-negara sengketa merupakan angkatan yang sangat kuat dan penuh dengan segala amunisi.
2)      Berupaya untuk selau paling unggul dan menguatkan pengakuan di dunia internasional bahwa Amerika serikat merupakan negara adidaya tunggal dan tidak ada tandingannya.
3)      Akan selalu turut campur dalam setiap sengketa dipelosok dunia ini, apabila sengketa tersebut akan mengganggu eksisrensinya di kancah internasional.
Misalnya : Perang Irak-Iran, Perang Israel-Palestina, Revolusi Libya, Revolusi Tunisia, Revolusi Mesir, Pergolakan Libanon, dan masih ada beberapa kasus lainnya didunia. Amerika Serikat bersama PBB selalu masuk sebagai penengahnya dan berupaya menyelesaikan sengketa.
Amerika Serikat masuk hampir disemua Benua, baik Asia, Eropa, Amerika, Afrika. Hanya saja disini secara jumlah kebanyakan banyak persengketaan di Timur-Tengah yang sejak dari dulu tak pernah padam sepeti Israel-Palestina ini.
4)      Amerika Serikat masuk dan memberi tawaran Solusi Penyelesaian terhadap negara yang bersengketa dan barulah akan mengambil tindakan apabila jalur diplomasi sudah tak dapat lagi ditempuh. Amerika tidak akan segan untuk mengirimkan militernya dan menumpas negara yang dianggapnya sudah tidak lagi bisa ditoleran.
5)      Segala pemberontakan ataupun intervensi-intervensi yang kiranya membahayakan pengaruhnya maka akan segera ditumapas oleh Amerika serikat. Kebijaksanaan ini diambil karena pada akhir-akhir ini banyak teroris yang dari golongan umat islam mencoba untuk meneror Amerika Serikat sebagai bentuk penolakan terhadap budaya Amerika Serikat.
6)      Sebenarnya secara komprehensip atau menyeluruh maka Amerika Serikat tidak hanya mengandalkan dari segi militer saja, akan tetapi juga perekonomiannya yang sangat maju dan merajai pasaran duni juga politik yang didukung dibelakangnya yaitu PBB (  Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga NATO.
7)      “Sambil menyelam minum air”. Ungkapan itu sangat cocok untuk Amerika Serikat, karena dalam hal apapun baik regional maupun internasional maka ia akan selalu mengambil keuntungan dan selalu menjaga bagaimana eksistensinya sebagai negara super power ini bisa melekat dan citra sebagai negara pelindung atau negara pengayom negara-negara lain.

             



BAB III
PERKIRAAN KE DEPAN TERKAIT
HUBUNGAN NEGARA-NEGARA INTERNASIONAL

Berdasarkan realita yang ada, dilihat dari berbagai aspek baik ekonomi, politik, militer dan kebudayaan tampaknya kedepan nanti Amerika Serikat akan tetap terus berupaya untuk ikut ambil dalam setiap masalah negara-negara didunia. Amerika Serikat melakukan itu dikarenakan setiap kebijakannya mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang menguntungkannya. Walaupun terkesan sangat royal dalam membantu berbagai negara-negara dalam sengketa, akan tetapi disetiap laju geraknya itu pasti ada tujuan tertentu.
Adapun hubungan-hubungan antar negara internasional tentunya tidak akan pernah lepas dari konflik atau persengketaan bahkan perang. Hal tersebut  disebabkan oleh berbagai faktor. Negara yang merasa memiliki kekuatan militer yang lebih unggul akan terus berupaya untuk memakmurkan dan menancapkan pengaruhnya di seluruh dunia. Karena faktor kepentinganlah ini maka suatu negara akan selalu bergerak menuju kekuatan yang lebih maju dan mereka berlomba untuk saling mengungguli.
Disini kita soroti salah satunya Uni Soviet yang kalah dalam perang dingin. Pada masa awal transisi, Rusia mengalami situasi dalam negeri yang serba sulit akibat warisan krisis ekonomi dan politik yang sebelumnya terjadi menjelang keruntuhan Uni Soviet. Namun meskipun demikian, Rusia terus berkembang hingga saat ini. Terutama, dalam hal pertahanan keamanan. Kekuatan militer, nuklir, dan peluncur ruang angkasa merupakan perangkat keamanan utama yang dibanggakan oleh Rusia. Kekuatan lainnya adalah sistem pertahanan rudal Rusia yang semakin meningkat produksinya. Rudal jarak jauh dengan jangkauan ratusan hingga ribuan kilometer milik Rusia terbagi menjadi 2 jenis, yaitu rudal balistik (ballistic missile) dan rudal jelajah (cruise missile).
Atas kemampuan produksi rudal ini, Rusia patut berbangga. Rudal jarak jauh generasi baru seperti RS-24 misalnya, merupakan rudal antar benua yang akan dimodifikasi lebih modern untuk melindungi diri dari sistem pertahanan rudal Amerika Serikat. Rudal RS24 juga akan melengkapi tameng rudal Rusia dengan tujuan mengimbangi pertahanan rudal Amerika Serikat.  Hal ini juga didukung dengan efektivitas penggunaan anggaran militer Kremlin dibandingkan AS, meski jumlahnya masih lebih rendah. Tetapi, fokus Rusia tidak terbagi dan semata-mata untuk membangun kekuatan militer internal ketimbang AS yang membiayai perang di Irak dan Afghanistan.
Indikasi ini tentu menimbulkan kewaspadaan dan kecemasan dunia, khususnya Amerika Serikat yang setelah Perang Dingin memainkan peran negara hegemoni dan kekuatan tunggal di dunia. Munculnya aktor-aktor negara yang mengembangkan nuklir seperti Iran dan Korea Utara. Negara Iran misalnya tertarik dengan sistem pertahanan rudal dan mulai mengadakan kerjasama pembelian rudal dari Rusia.
Jadi, hubungan-hubungan negara-negara internasional akan terus ada sehubungan dengan kepentingan masing-masing negara. Hanya saja disini akan ada masalah ataupun muncul sengketa ketika suatu kepentingan yang satu telah merugikan atau berbenturan dengan kepentingan yang lain. Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa tunggal tidak akan pernah tinggal diam dan berupaya keras dengan jalan apapun untuk menjaga eksistensinya.
Adapun hubungan-hubungan tersebut akan lebih fokus antara lain dalam bidang :
a)      Pertahanan dan Keamanan (militer)
b)      Perekonomian
c)      Budaya
d)     Sosial
Pada umumnya bidang militer dan perekonomian selalu menjadi sektor penting yang dilakukan oleh negara-negara internasional terutama negara-negara maju dan berkembang seperti Amerika Serikat sendiri, Rusia, Jepang, Cina, Korea, Inggris, Perancis, Jerman dan beberapa negara maju lainnya. Karena mereka menginginkan hubungan atau kerja sama simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.
             Jika dilihat dari segi negatif maka juga tidak amenutup kemungkinan akan adanya suatu Perang Dunia III ataupun Perang Dingin II, mengingat masing-masing negara sampai sekarang terus mengembangkan teknologinya guna memperkuat masing-masing negaranya dari ancaman luar. Kemudian dari persaingan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk saingan baik dibidang militer, wekonomi, maupun bidang yang lain. Di dalam kehidupan yang selalu berkembang dinamis ini tidak menutup kemungkinan untuk terulangnya suatu sejarah masa lampau yaitu Perang.

Saluran Islamisasi di Indonesia.

Oleh :  DaNz
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Penyebaran agama islam di Indonesia sampai sekarang masih cukup menjadi polemik di masyarakat, dimana penyebarannya atau Islamisasi di Indonesia sangat komplek jalurnya. Sebenarnya proses Islamisasi di Indonesia itu seperti apa bentuknya dan bagaimana caranya.
Mengenai waktu atau kapan persisnya islam masuk indonesia masih belum cukup diketahui oleh publik atau khalayak terutama bagi masyarakat Indonesia sendiri. Warga negara Indonesia mayoritas adalah penduduk muslim yang mana menempati urutan atas negara yang penduduknya beragama muslim. Sebagaimana mestinya, kita harus tau latar belakang dan bagaimana Islam itu bisa sampai di negeri kita.
            Di dalam makalah ini kita mencoba untuk membahas secara lebih rinci mengenai Saluran Islamisasi di Indonesia yang mana dibagi menjadi beberapa babak.

  1. Perumusan Masalah
1)      Bagaimana awal masuknya Islam ke Indonesia?
2)      Di bawa oleh siapakan Islam sampai di Indonesia?
3)      Bagaimanakah Islamisasi di Indonesia?
  1. Tujuan Penulisan
1)      Mendiskripsikan secara lebih rinci bagaimana awal masuk islam ke Indonesia.
2)      Menjelaskan dan menyebutkan pembawa islam hingga sampai di Indonesia.
3)      Mendiskripsikan secara lebih rinci proses Islamisasi di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
Begitu banyak saluran-saluran yang menjadi jalan Islamisasi di Indonesia yang mana pada garis besarnya dapat dibagi menjadi dua Islamisasi, yaitu Islamisasi Intern dan Islamisasi Ekstern. Walaupun pada awalnya penyebarab islam berasal dari luar tetapi pada akhirnya dikembangkan lagi di Indonesia sendiri.
Adapun Saluran-saluran Islamisasi Di Indonesia dapat dibedakan nenjadi beberapa babak atau periode, antara lain :
1.Babak pertama, abad 7 masehi (abad 1 hijriah).
a)      Melalui saluran dakwah oleh Para Da’I dari luar indonesia.
Pada abad 7 masehi, Islam sudah sampai ke Nusantara. Para Da’i yang datang ke Indonesia berasal dari jazirah Arab yang sudah beradaptasi dengan bangsa India yakni bangsa Gujarat dan ada juga yang telah beradptasi dengan bangsa Cina, dari berbagai arah yakni dari jalur sutera (jalur perdagangan) da’wah mulai merambah di pesisir-pesisir Nusantara.
Pedagang-pedagang, mubaliq-mubaliq, orang-orang yang dianggap wali, ahli-ahli tasawuf, guru-guru agama, haji-haji, adalah oran-orang yang dianggap sebagai golongan yang membawa dan menyebarkan Islam di Nusantara. Dalam pelaksanaannya golongan-golongan tersebut menggunakan beberapa saluran pengIslaman kepada masyarakat Nusantara.
Pada awalnya saluran Islamisasi dilakukan lewat jalur perdagangan. Hal itu sejalan dengan lalulntas perdagangan di Nusantara pertengahan abad ke-7 hingga abad ke-16 masehi. Pada saat itu pedagang-pedagang muslim dari Arab, Persia, India turut serta dalam perdagangan dengan pedagang-pedagang dari negeri-negeri bagian barat, tenggara, dan timur benua Asia. Penggunaan perdagangan sebagai saluran Islamisasi sangat menguntungkan karena bagi kaum muslim tidak ada pemisahan antara kegiatan berdagang dengan kegiatan dakwah Islam kepada pihak-pihak lain. Pola perdagangan pada abad-abad sebelum dan ketika Islam datang sangat menguntungkan karena golongan raja dan bangsawan umumnya turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan modal.
Proses-proses Islamisasi melalui jalan perdagangan dipercepat oleh situasi dan kondisi politik beberapa kerajaan di mana adipati-adipati pesisir berusaha melepaskan diri dari kekuasaan pusat kerajaan yang sedang mengalami kekacauan dan perpecahan, hal tersebut sesuai catatan perjalanan Tome Pires. Pedagang-pedagang muslim juga melakukan perkawinan dengan wanita-wanita lokal, tentu saja mereka kemudian menganut Islam pul
b)     Melalui Perdagangan oleh para Pedagang dan Pelaut.
Sejak awal Islam tidak pernah membeda-bedakan fungsi seseorang untuk berperan sebagai da’i (juru da’wah). Kewajiban berda’wah dalam Islam bukan hanya kasta (golongan) tertentu saja tetapi bagi setiap masyarakat dalam Islam. Sedangkan diagama lain hanya golongan tertentu yang mempunyai otoritas menyebarkan agama yaitu pendeta. Sesuai ungkapan Imam Syahid Hasan Albana “ Nahnu duat qabla kulla sai “ artinya kami adalah da’i sebelum profesi-profesi lainnya. Sampainya da’wah di Indonesia melalui para pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang sambil membawa dagangannya juga membawa akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimulyakan sebagai manusia dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan. Sedangkan Islam dengan cara yang damai.
Begitulah Islam pertama-tama disebarkan di Nusantara, dari komunitas-komunitas muslim yang berada di daerah-daerah pesisir berkembang menjadi kota-kota pelabuhan dan perdagangan dan terus berkembang sampai akhirnya menjadi kerajaan-kerajaan Islam dari mulai Aceh sampai Ternata dan Tidore yang merupakan pusat kerajaan Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sampai ke Irian jaya.
2. Babak kedua, abad 13 masehi.
Di abad 13 Masehi berdirilah kerajaan-kerajaan Islam diberbagai penjuru di Nusantara. Yang merupakan moment kebangkitan kekuatan politik umat khususnya didaerah Jawa ketika kerajaan Majapahit berangsur-angsur turun kewibawaannya karena konflik internal. Hal ini dimanfaatkan oleh Sunan Kalijaga yang membina diwilayah tersebut bersama Raden Fatah yang merupaka keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yaitu kerajaan Demak. Bersamaan dengan itu mulai bermunculan pula kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya, walaupun masih bersifat lokal.
Pada abad 13 Masehi ada fenoma yang disebut dengan Wali Songo yaitu ulama-ulama yang menyebarkan da’wah di Indonesia. Wali Songo mengembangkan da’wah atau melakukan proses Islamisasinya melalui saluran-saluran:
a)      Perdagangan
Islamisasi melalui perdagangan terjadi pada tahap awal, yaitu sejalan dengan ramianya lalu lintas perdagangan antara abad ke-7 sampai abad ke-16. Pada tahap berikutnya makin banyaklah pedagang muslim yang datang ke Indonesia yang kemudian membentuk tempat-tempat pemukiman yang disebut Pakojan.


b)      Pernikahan
Karena pedagang asing yang datang ke Indonesia banyak yang tidak mempunyai istri, maka mereka kebanyakan memilih menikah dengan wanita pribumi. Dengan melalui perkawinan ini lingkungan mereka pun bertambah luas sehingga muncul perkampungan, daerah-daerah, dan Kerajaan Islam. Pengaruh Islam juga bertambah besar apabila perkawinan itu terjadi antara para bangsawan, misalnya antara putri Campa dengan Prabu Brawijaya atau Sunan Ampel dengan Nyi Gede Manila.
c)      Pendidikan (pesantren)
Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang asli dari akar budaya indonesia, dan juga adopsi dan adaptasi hasanah kebudayaan pra Islam yang tidak keluar dari nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan dalam penyebaran Islam. Ini membuktikan Islam sangat menghargai budaya setempat selama tidak bertentangan dengan nilai-niliai Islam.
Dengan melalui pendidikan ini proses Islamisasi dilakukan oleh pesantren-pesantren, semakin terkenal kyai yang mengajar, maka semakin terkenal pula pesantrennya dan pengaruhnya terhadap masyarakat.
Dalam pesantren maupun pondok yang dselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai atau ulama-ulama. Pesantren atau pondok merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama Islam. Pembnaan calon-calon guru agama, kiai-kiai, dan atau ulama-ulama dilakukan di pesantren atau juga di pondok. Setelah keluar dari pesantren mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing. Di tempat-tempat asalnya mereka akan menjaadi tokoh agama yang mengajarkan Islam bagi masyarakat disekitarnya.
Pada masa pertumbuhan Islam dikenal Pesantren Ampel Denta milik Sunan Ampel (Raden Rahmat), juga Pesantren Sunan Giri yang muridnya kebanyakan datang dari Maluku dan daerah-daerah lain. Selain itu juga biasanya para bangsawan atau raja mendatangkan Kyai sebagai penasihat agamanya.
d)      Seni dan budaya
Saat itu media tontonan yang sangat terkenal pada masyarakat jawa kkhususnya yaitu wayang. Wali Songo menggunakan wayang sebagai media da’wah dengan sebelumnya mewarnai wayang tersebut dengan nilai-nilai Islam. Yang menjadi ciri pengaruh Islam dalam pewayangan diajarkannya egaliterialisme yaitu kesamaan derajat manusia dihadapan Allah dengan dimasukannya tokoh-tokoh punakawam seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.
Para Wali juga menggubah lagu-lagu tradisional (daerah) dalam langgam Islami, ini berarti nasyid sudah ada diIndonesia ini sejak jaman para wali. Dalam upacara-upacara adat juga diberikan nilai-nilai Islam
Saluran dan cara Islamisasi yang lain juga dapat melalui kesenian seperti seni bagunan, seni tari, seni pahat atau seni ukir, seni musik, dan seni sastra. Hasil-haasil pertumbuhan dan perkembangan Islam di Indonesia antara lain mesjid-mesjid kuno Demak, Sendang Dhuwur Agung Kasepuhan di Cirebon, mesjid Agung Banten, Baiturra Beberapa mesjid kuno seni bangunannya mirip candi, menyerupai bangunan meru pada jaman Indonesia-Hindu. Ukiran-ukiran seperti mimbar, hiasan lengkung pola kalamakara, mimbar dan mustaka mengingatkan pada perlambangan meru. Beberapa ukiran pada mesjid kuno diambil dari dunia tumbuh-tumbuhan dan hewan yang diberi corak tertentu dan mengingatkan kepada pola-pola ukiran yang telah dikenal pada candi Pranbanan dan beberapa candi lainnya.
Selai itu, pada pintu gerbang, baik di keraton-keraton maupun di makam orang-orang yang dianggap keramat yang berbentuk candi bentar, kori Agung, jelas menunjukkkan corak pintu gerbang yang dikenal sebelum Islam. Demikian pula nisan-nisan kubur di daerah Troloyo, Tuban, Madura, Demak, Kudus, Cirebon, Banten, menunjukkan unsur-unsur seni ukir dan perlambangan pra-Islam. Di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra terdapat beberapa nisan kubur yang lebih menunjukkan unsur seni Indonesia pra-Hindu dan pra-Islam.
Saluran dan cara Islamisasi melalui seni bangunan dan seni ukir sesuai pula dengan saluran dan cara melalui seni tari, seni musik, sastra dan yang lainnya. Dalam upacara-upacara keagamaan, seperti Maulid Nabi sering dipertunjukkan seni tari dan atau musik tradisional, misalnya gamelan yang disebut sekaten yang terdapat di keraton Cirebon dan Yogyakarta dibunyikan pada perayaan Grebeg Maulud. Diantara seni yang terkenal sebagai saluran Islamisasi yaitu wayang. Menurut cerita, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang. Sunan Kalijaga tidak pernah meminta upah saat pertunjukan wayang namun beliau Cuma meminta penonton untuk ikut mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari Mahabarata dan Ramayana, namun sedikit demi sedikit nama tokohnya diganti dengan pahlawan Islam. Nama panah Kalimasada, suatu senjata paling ampuh, dalam lakon wayang dihubungkan dengan kalimat syahadat, ucapan yang berisi pengakuan kepada Allah dan Nabi Muhammad. Kalimat syahadat merupakan tiang utama dari lima rukun Islam.
Islamisasi melalui satra juga dilakukan secara sedikit demi sedikit seperti terbuki dalam naskah-naskah lama masa peralihan kepercayaan yang ditulis dalam bahasa dan huruf daerah, misalnya primbon-primbon abad ke-16 yang antara lai disusun oleh Sunan Bonang
e)      Tasawwuf
Kenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di Indonesia yang menjadi jaringan penyebaran agama Islam. Proses Islamisasi yang tidak kalah pentingnya adalah tasawuf, yang berfungsi sebagai pembentuk kehidupan sosial bangsa Indonesia, dengan melalui tasawuf memudahkan islam masuk ke orang-orang yang telah mempunyai dasar ke-Tuhanan. Gambaran tentang tasawuf ini banyak di jumpai dalam babada dan hikayat. Beberapa tokoh tasawuf adalah Hamzah Fansuri, Syamsudin, Nurudin Ar-Raniri, dll.

3. Babak ketiga, masa penjajahan Belanda.
a).  Melalui Peperangan
Pada abad 17 masehi tepatnya tahun 1601 datanglah kerajaan Hindia Belanda kedaerah Nusantara yang awalnya hanya berdagang tetapi akhirnya menjajah. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya yakni VOC, semejak itu hampir seluruh wilayah nusantara dijajah oleh Hindia Belanda kecuali Aceh. Saat itu antar kerajaan-kerajaan Islam di nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran da’wah terpotong.
Dengan sumuliayatul ( kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya,ini telah diterapkan oleh para Ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, mengubah pesantren-pesantren menjadi markas-markas perjuangan, santri-santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah sedangkan ulamanya menjadi panglima perangnya. Hampir seluruh wilayah di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah adalah kaum muslimin beserta ulamanya.

b).  Melalui Saluran Hubungan diplomatik.
Potensi-potensi tumbuh dan berkembang diabad 13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan-kerajaan Islam yang syair-syairnya berisikan perjuangan. Ulama-ulama menggelorakan Jihad melawan kaum kafir yaitu penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:

v  Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecahbelah atau mengadu domba antara kekuatan Ulama dengan adat contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
v  Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar seorang Guru Besar keIndonesiaan di Universitas Hindia Belanda juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah, dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.

4. Babak keempat, abad 20 masehi.
Melalui Ormas ( Organisasi masyarakat ).
Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al Qur’an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah. Selain itu juga mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh orang-orang Belanda. Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang pemimpin-­pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan.
Strategi perlawanan terhadap penjajah pada masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata. Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908 berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada Budi Utomo.
Tokoh Serikat Islam yang terkenal yaitu HOS Tjokroaminoto yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam dibawah pimpinannya menjadi suatu kekuatan yang di perhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang sampai pada sumpah pemuda tahun 1928.
Da’wah Islam di Indonesia terus berkembang dalam institusi-institusi seperti lahirnya Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis dll. Lembaga-lembaga ke-Islaman tersebut tergabung dalam MIAI (Majelis Islam ‘Ala Indonesia) yang kemudian berubah namanya menjadi MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) yang anggotanya adalah para pimpinan institusi-institusi ke-Islaman tersebut.
Dimasa pendudukan Jepang, dilakukan strategi untuk memecahbelah kesatuan kekuatan umat oleh pemerintahan Jepang dengan membentuk kementrian Sumubu (Departemen Agama). Jepang meneruskan strategi yang dilakukan Belanda terhadap umat Islam. Ada seorang Jepang yang faham dengan Islam yaitu Kolonel Huri, ia memotong koordinasi ulama-ulama dipusat dengan didaerah, sehingga ulama-ulama didesa yang kurang informasi dan akibatnya membuat umat dapat terbodohi.
Pemerintahan pendudukan Jepang memberikan fasilitas untuk kemerdekaan Indonesia dengan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan dilanjuti dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan lebih mengerucut lagi menjadi Panitia Sembilan, Panitia ini yang merumuskan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Piagram Jakarta merupakan konsensus tertinggi untuk menggambarkan adanya keragaman Bangsa Indonesia yang mencari suatu rumusan untuk hidup bersama.Tetapi ada kalimat yang kontropersi dalam piagam ini yaitu penghapusan “7 kata “ lengkapnya kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya yang terletak pada alinea keempat setelah kalimat Negara berdasarkan kepada Ketuhan Yang Maha Esa.

5. Babak Kelima, abad 20&21
Melalui Saluran Globalisasi.
Pada babak ini proses da’wah (Islamisasi) di Indonesia mempunyai ciri terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh gerakan Islam internasional secara efektif yang akan membangun kekuatan Islam lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Sebenarnya kalau saja Indonesia tidak terjajah maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Hal ini karena awalnya masuknya Islam yang secara manusiawi, dapat membangun martabat masyarakat yang sebagian besar kaum sudra (kelompok struktur masyarakat terendah pada masa kerajaan) dan membangun ekonomi masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa kota-kota pelabuhan (pusat perdagangan) yang merupakan kota-kota yang perekonomiannya berkembang baik adalah kota-kota muslim.
Dengan kata lain Islam di Indonesia bila tidak terjadi penjajahan akan merupakan wilayah Islam yang terbesar dan terkuat. Walaupun demikian Allah mentakdirkan di Indonesia merupakan jumlah peduduk muslim terbesar didunia, tetapi masih menjadi tanda tanya besar apakah kualitasnya sebanding dengan kuantitasnya.













BAB III

KESIMPULAN
            Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai masalah mengenai Saluran Islamisasi di Indonesia yang sudah dibahas diatas, antara lain sebagai berikut :
  1. Babak pertama, abad 7 masehi (abad 1 hijriah).
a)      Melalui saluran dakwah oleh Para Da’I dari luar indonesia.
b)      Melalui Perdagangan oleh para Pedagang dan Pelaut.
  1. Babak kedua, abad 13 masehi.
Disebarkan oleh para wali yang terkenal dengan sebutan Wali Songo, melelui :
a)      Perdagangan
b)      Pernikahan
c)      Pendidikan (pesantren)
d)     Seni dan budaya
e)      Tasawwuf
  1. Babak ketiga, masa penjajahan Belanda.
a).  Melelui Peperangan
b).  Melalui Saluran Hubungan diplomatik.
  1. Babak keempat, abad 20 masehi.
Melalui Ormas ( Organisasi masyarakat ) Lembaga Masyarakat.
  1. Babak Kelima, abad 20&21
Melalui Saluran Globalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Muljana, Prof.Dr. Slamet. 2005. Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya
Ambary, Prof.Dr. Hasan Muarif. 1998. “Menemukan Peradaban Jejak Arkeologis Dan Historis Islam Indonesia”. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Montan, Suwedi. 1994. “Perbedaan Pendapat Di Sekitar Kedatangan Agama Islam Di
Indonesia”. Puslit Arkernas: Berkala Arkeologi Edisi Khusus.
Poesponegoro, Marwati Djoenoed dkk. 1993. “Sejarah Nasional Indonesia III”. Jakarta:Balai Pustaka.
Stokhof, W.A.L. dkk. 1990. “Beberapa Kajian Indonesia dan Islam”. Jakarta: INIS
http://danusasmito.blogspot.com/2010/02/awal-mula-penyebaran-islam-di-indonesia. Diakses pada tanggal 02 Oktober 2010.